Kenalan sama Meta AI yang bisa muncul di WhatsApp, web, dan kacamata pintar. Canggih sih, tapi apa aman? Ini pengalaman dan opini jujur.
Repair Gadget - Waktu pertama kali liat tulisan “Meta AI” nongol di pojokan chat WhatsApp, jujur gue sempet ngira itu cuma fitur iseng doang. Tapi makin hari, makin banyak temen gue yang ngomongin soal Meta AI ini, katanya bisa jawab chat, bikin gambar, sampe nemenin ngobrol. Terus gue jadi mikir, ini kayak ChatGPT ya? Atau beda? Gue pun mulai iseng cobain Meta AI di WhatsApp sambil bandingin juga sama versi webnya.
Ternyata, Meta AI nggak cuma ada di WhatsApp, tapi juga di web lewat Meta AI Studio sama aplikasinya. Katanya sih bisa dipake buat bikin chatbot sendiri. Lah, menarik dong, soalnya gue juga lagi coba-coba bikin konten pakai AI kayak Gemini AI, SeaArt AI, sama Qwen AI buat bantuin kerjaan. Tapi makin gue ulik, makin banyak pertanyaan. Meta AI itu aman nggak sih? Apakah Meta AI berbahaya? Kok bisa dia muncul tiba-tiba di aplikasi kita tanpa diundang.
Terus terang ya, awal-awal tuh ada rasa takut juga. Takut salah pencet, takut data pribadi kesedot, takut WA gue jadi kayak dipantau. Tapi, lama-lama mulai kebuka juga, ternyata kalau paham cara mainnya, si Meta AI ini bisa bantu banyak. Mulai dari cari info cepat, sampe bikin tulisan pendek atau ide konten. Tapi ya itu, mesti tau dulu cara mengaktifkan Meta AI di WhatsApp. Nggak bisa asal klik doang.
Apa Itu Meta AI dan Kenapa Tiba-tiba Ramai?
Meta AI adalah teknologi kecerdasan buatan (AI) dari perusahaan Meta, pemilik Facebook, Instagram, dan WhatsApp. Nah, si AI ini sekarang ditanam langsung di dalam aplikasi-aplikasi mereka. Misalnya lo buka WhatsApp, tiba-tiba muncul asisten virtual yang bisa jawab pertanyaan atau bantuin lo cari info—nah itu dia si Meta AI.
Tapi jangan salah, ini bukan cuma chatbot iseng. Meta AI ini katanya punya tenaga belajar mandiri, bisa kasih rekomendasi sesuai kebiasaan kita. Mirip kayak ChatGPT, tapi beda rumah. Dan ya, karena dia nyambung ke akun Meta kita, otomatis dia punya akses lebih luas. Agak ngeri juga sih, kalau dipikir-pikir.
Meta AI vs ChatGPT: Siapa yang Lebih Oke Buat Harian?
Gue udah cobain dua-duanya. ChatGPT lebih "netral" dan kadang lebih rapi jawabannya. Tapi Meta AI di WhatsApp itu praktis banget, apalagi buat hal-hal cepet kayak nyari info jalan, kasih ide caption, sampe ngejawab chat iseng dari temen yang malesin.
Tapi ya, ChatGPT masih unggul soal ngobrol yang panjang dan mendalam. Kalau lo lagi nyari inspirasi nulis atau diskusi berat, ChatGPT bisa jadi temen curhat. Tapi kalau cuma butuh bantuin nyari ide receh, ya Meta AI udah cukup banget.
Meta AI Glasses: Masa Depan atau Gaya-Gayaan?
Lo udah liat Meta AI Glasses? Kacamata yang bisa denger suara kita dan jawab pake suara AI. Gue sempet nonton videonya, dan jujur, keren sih. Tapi agak serem juga kalo di Indonesia dipake, takut dikira orang sakti.
Menurut gue, teknologi ini bakal keren banget buat vlogger atau orang yang sering di jalan. Tapi buat sehari-hari, yaa... belum kepikiran sih mau pake. Takutnya malah jadi beban, bukan bantu. Sama aja kayak lo punya kalkulator mahal tapi buat ngitung harga cilok.
Cara Mengaktifkan Meta AI di WhatsApp (Step-by-Step)
Buat lo yang belum tau, ini cara gampang buat aktifin si Meta AI di WhatsApp:
-
Buka WhatsApp, pastiin udah update ke versi terbaru
-
Cek tab Chat, cari yang ada tulisan “Meta AI” (biasanya di atas)
-
Klik dan coba ajak ngobrol
-
Kalau nggak muncul, buka pengaturan > chat > coba cari "Meta AI" dan aktifkan
Kalau tetap nggak bisa, kemungkinan fitur ini belum tersedia di negara lo atau belum digulirkan ke semua akun. Sabar aja, ntar juga nongol sendiri.
Meta AI Web & Meta AI Studio: Tempat Ngulik Lebih Dalam
Selain di WhatsApp, lo bisa mainin Meta AI lewat Meta AI web dan Meta AI Studio. Kalau di web, kita bisa pake AI kayak biasa—mirip banget sama ChatGPT. Tapi kalau di Studio, kita bisa "bikin" AI versi kita sendiri.
Misalnya, lo mau punya chatbot yang bahas bola doang, atau cuma ngobrol soal horor, lo bisa atur persona dan topiknya. Lumayan lah buat yang suka eksperimen. Cuma ya itu, interface-nya kadang agak ribet, mesti sabar.
Meta AI Logo dan Brandingnya, Apa Sih Bedanya?
Pernah liat logo Meta AI? Bentuknya kayak infinity loop biru itu, mirip banget sama logo Meta induknya. Kadang bikin bingung juga, ini Meta AI atau Facebook? Tapi seiring waktu, mulai kerasa beda auranya. Meta AI lebih "dingin", lebih teknologis gitu.
Yang lucu, banyak juga yang bandingin sama logo Gemini AI atau SeaArt AI—padahal beda banget. Tapi ya wajar sih, namanya juga perang branding.
Penutup: Meta AI Emang Keren, Tapi Waspada Juga
Gue nggak bilang Meta AI itu buruk. Banyak manfaatnya. Tapi jangan juga jadi ketergantungan. Ingat, ini buatan manusia juga. Ada celahnya, ada kekurangannya.
Gue sih bersyukur bisa belajar dari pengalaman sendiri. Dari takut, bingung, sampe akhirnya bisa manfaatin Meta AI buat bantu kerjaan. Tapi ya gitu... jangan sampe lo jadi kayak orang yang nyari kunci rumah padahal udah di kantong sendiri—semua udah ada, tinggal pintar-pintar gunain.
(1).jpg)