Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Salah Pilih Undertone Bisa Mengubah Seluruh Tampilan Makeup, Benarkah?

 

Salah Pilih Undertone Bisa Mengubah Seluruh Tampilan Makeup, Benarkah?



Pernah merasa warna foundation sebenarnya sudah mendekati warna kulit, tetapi setelah dipakai wajah justru terlihat terlalu kuning, kemerahan, abu-abu, atau seperti memakai topeng?

Bisa jadi masalahnya bukan pada shade yang terlalu terang atau terlalu gelap.

Salah satu kemungkinan yang sering terlewat adalah undertone.

Undertone merupakan warna dasar yang berada di bawah permukaan kulit. Berbeda dengan skin tone yang bisa berubah karena paparan matahari, undertone cenderung lebih konsisten.

Tetapi apakah salah memilih undertone benar-benar bisa mengubah seluruh tampilan makeup?

Bisa, tetapi tidak berarti undertone adalah satu-satunya faktor. Formula foundation, pencahayaan, oksidasi, warna kulit, dan teknik aplikasi juga dapat memengaruhi hasil akhir.


Apa Itu Undertone?

Secara sederhana, undertone biasanya dikelompokkan menjadi:

🟡 Warm

Cenderung memiliki nuansa kuning, keemasan, atau peach.

🩷 Cool

Cenderung memiliki nuansa merah muda, kemerahan, atau kebiruan.

⚪ Neutral

Berada di antara warm dan cool sehingga tidak terlalu dominan ke salah satunya.

Beberapa orang juga memiliki undertone yang lebih spesifik seperti olive, yang dapat memiliki nuansa kehijauan atau campuran kuning-hijau.

Jadi, tidak semua orang bisa dimasukkan dengan sempurna ke tiga kategori sederhana tersebut.


1. Foundation Bisa Terlihat “Nggak Nyatu”

Ini adalah efek yang paling mudah terlihat.

Misalnya warna kulitmu sebenarnya cocok dengan tingkat kecerahan tertentu, tetapi foundation memiliki undertone yang terlalu kuning.

Hasilnya, wajah bisa terlihat lebih kuning dibandingkan leher.

Sebaliknya, foundation yang terlalu pink dapat membuat wajah terlihat kemerahan atau keabu-abuan.

Inilah mengapa memilih foundation hanya berdasarkan “aku biasanya pakai shade nomor sekian” tidak selalu berhasil ketika berpindah merek.

Nomor shade antarbrand tidak memiliki standar universal yang sama.


2. Blush Bisa Membuat Wajah Terlihat Berbeda

Undertone juga bisa membantu ketika memilih blush.

Warna seperti:

  • Peach.
  • Coral.
  • Terracotta.
  • Rose.
  • Mauve.
  • Pink.
  • Berry.

dapat memberikan kesan yang berbeda pada wajah.

Namun, jangan menganggap warm undertone = hanya boleh menggunakan blush warm atau cool undertone = hanya boleh menggunakan warna cool.

Itu terlalu menyederhanakan.

Makeup adalah soal warna dan preferensi. Orang dengan undertone tertentu tetap bisa memakai warna yang berlawanan jika memang menyukai hasilnya.


3. Warna Lipstik Bisa Terlihat Berbeda di Setiap Orang

Pernah membeli lipstik yang terlihat cantik di orang lain, tetapi ketika dipakai sendiri hasilnya terasa berbeda?

Itu normal.

Warna asli lipstik dipengaruhi oleh:

  • Warna bibir alami.
  • Undertone.
  • Skin tone.
  • Pigmentasi produk.
  • Pencahayaan.

Misalnya warna nude tertentu bisa terlihat peach pada satu orang tetapi lebih pink atau cokelat pada orang lain.

Jadi, jangan hanya mengandalkan foto produk ketika memilih warna makeup.


Cara Mengetahui Undertone Kulit

Ada beberapa metode yang sering digunakan sebagai petunjuk.

1. Perhatikan Warna Pembuluh Darah

Lihat bagian dalam pergelangan tangan dalam pencahayaan alami.

Jika terlihat:

Lebih hijau → mungkin warm.

Lebih biru/ungu → mungkin cool.

Sulit menentukan atau terlihat campuran → mungkin neutral.

Tetapi ini bukan tes ilmiah yang sangat akurat.

Warna pembuluh darah dapat dipengaruhi oleh warna kulit, pencahayaan, dan cara kita melihatnya.


2. Perhatikan Perhiasan yang Terlihat Menyatu

Ada pula metode membandingkan perhiasan.

Jika warna emas terlihat lebih menyatu dengan kulit, kamu mungkin memiliki kecenderungan warm.

Jika perak terlihat lebih harmonis, kamu mungkin memiliki kecenderungan cool.

Jika keduanya terlihat cocok, kemungkinan undertone-mu neutral.

Tetapi sekali lagi, ini hanya petunjuk, bukan aturan mutlak.

Preferensi warna dan kontras alami kulit juga memengaruhi hasilnya.


3. Coba Foundation di Rahang, Bukan Tangan

Ini jauh lebih berguna ketika memilih foundation.

Cobalah beberapa shade yang paling mendekati pada area rahang yang mendekati leher, bukan hanya punggung tangan.

Kemudian lihat hasilnya dalam pencahayaan alami.

Foundation yang paling cocok biasanya terlihat menyatu dengan kulit, bukan sekadar terlihat bagus di tangan.


Jangan Salah Menilai Undertone karena Pencahayaan

Lampu putih, lampu kuning, dan cahaya matahari dapat membuat warna makeup terlihat berbeda.

Foundation yang terlihat sempurna di kamar belum tentu terlihat sama di luar ruangan.

Karena itu, kalau memungkinkan, periksa hasil shade di pencahayaan alami sebelum memutuskan.


Bagaimana Kalau Foundation Berubah Warna Setelah Beberapa Jam?

Jangan langsung menyalahkan undertone.

Foundation dapat mengalami oksidasi, sehingga warnanya terlihat lebih gelap atau berubah setelah beberapa waktu.

Ada pula faktor seperti:

  • Minyak kulit.
  • Skincare di bawah makeup.
  • Formula foundation.
  • Interaksi produk.
  • Kondisi kulit.
  • Pencahayaan.

Karena itu, kalau foundation awalnya cocok tetapi beberapa jam kemudian berubah menjadi lebih oranye atau gelap, belum tentu masalahnya adalah undertone.


Salah Undertone Tidak Berarti Makeup Pasti Jelek

Ini bagian yang penting.

Undertone adalah salah satu alat bantu untuk memilih warna, bukan aturan yang menentukan apakah sebuah makeup boleh digunakan atau tidak.

Misalnya kamu memiliki undertone warm tetapi menyukai blush pink yang cenderung cool.

Bukan berarti kamu tidak boleh menggunakannya.

Justru makeup bisa digunakan untuk menciptakan berbagai efek.

Yang perlu diperhatikan adalah hasil akhir yang kamu inginkan.


Cara Memilih Makeup Berdasarkan Undertone

UndertoneWarna yang Sering Terlihat Harmonis
Warm          Peach, coral, terracotta, golden, warm nude
Cool          Rose, mauve, berry, pink, cool red
Neutral          Banyak warna dapat bekerja, tergantung shade
Olive          Muted, olive-friendly, golden/neutral shades tertentu

Tabel tersebut hanya panduan awal, bukan aturan kaku.

Warna kulit dan preferensi pribadi tetap penting.


Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Memilih Makeup

❌ Memilih foundation berdasarkan nomor shade saja

Shade “03” di satu brand bisa sangat berbeda dengan “03” di brand lain.

❌ Mencoba foundation hanya di tangan

Warna tangan tidak selalu sama dengan warna wajah dan leher.

❌ Mengikuti shade influencer tanpa mencocokkan kulit sendiri

Produk yang terlihat sempurna pada orang lain belum tentu cocok untukmu.

❌ Menganggap satu undertone berlaku untuk seluruh makeup

Foundation, blush, eyeshadow, dan lipstik bisa dipadukan dengan berbagai cara.


Jadi, Benarkah Undertone Bisa Mengubah Seluruh Tampilan Makeup?

Ya, tetapi jangan dibesar-besarkan.

Undertone yang tidak cocok dapat membuat makeup terlihat kurang menyatu, terutama pada foundation dan warna-warna yang sangat dekat dengan kulit.

Namun, hasil makeup juga dipengaruhi banyak faktor lain.

Jadi kalau makeup terasa “aneh”, jangan langsung menyimpulkan:

“Undertone-ku salah.”

Periksa juga shade, formula, oksidasi, pencahayaan, warna leher, warna bibir alami, dan cara aplikasi.


Kesimpulan

Salah memilih undertone memang bisa membuat tampilan makeup terlihat kurang harmonis, terutama ketika foundation terlalu kuning, terlalu pink, terlalu abu-abu, atau tidak menyatu dengan leher.

Tetapi undertone bukan aturan yang membatasi pilihan makeup.

Anggap saja undertone sebagai petunjuk untuk menemukan warna yang lebih mudah menyatu dengan kulit, bukan sebagai daftar warna yang boleh dan tidak boleh digunakan.

Dan satu hal yang paling penting: jangan mengejar makeup yang terlihat “sempurna” sampai melupakan bahwa tekstur dan warna kulit alami memang berbeda-beda. Makeup yang bagus bukan yang membuat wajah terlihat seperti orang lain, tetapi yang membuat keseluruhan tampilan terasa seimbang dan sesuai dengan yang kamu inginkan.

Post a Comment for "Salah Pilih Undertone Bisa Mengubah Seluruh Tampilan Makeup, Benarkah?"